Saya DR. Muhammad Faishal, M.Us,
Alumni University of Malaya, Kuala Lumpur.
Saya telah menempuh pendidikan selama 23 tahun, dari Sekolah Dasar hingga menyelesaikan S3. Namun, di lapangan saya melihat banyak teman yang dulu juara kelas dengan IPK tinggi justru masih menganggur atau bekerja serabutan. Setelah diamati, penyebabnya jelas: mereka terlalu fokus mengejar IPK, tetapi lupa mengasah keterampilan dan membangun relasi.
Tak sedikit pula yang kuliah bukan karena keinginan sendiri, melainkan atas dorongan orang tua. Akibatnya, mereka tidak serius belajar, enggan mengembangkan keterampilan, dan malas membangun jaringan karena merasa terpaksa. Niat awal untuk membanggakan orang tua justru berakhir dengan kekecewaan bagi keluarga.
Selama lebih dari 15 tahun menjadi dosen sekaligus kreator di Channel Salam Cerdas, saya sering mendengar keluhan mahasiswa dan orang tua tentang permasalahan yang sama. Dari sana, saya menarik satu kesimpulan: banyak sarjana menganggur bukan karena kurangnya gelar, tetapi karena kesalahan pola saat kuliah—gelar didapat, tetapi keterampilan minim dan relasi pun tak terbentuk.
Banyak yang percaya bahwa untuk mendapatkan pekerjaan, harus ada 'orang dalam' (Ordal). Itu memang benar, tetapi tanpa skill yang memadai, apakah Ordal mau merekomendasikan kita? Sebaliknya, ada yang berpendapat bahwa skill lebih penting, tanpa Ordal pun tetap bisa mendapat pekerjaan. Itu juga benar, tetapi idealnya, keduanya harus seimbang.
Ada pula yang mengatakan bahwa sarjana sebaiknya menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja. Gagasan ini luar biasa, tetapi bagaimana mungkin membuka lowongan kerja jika skill pribadi masih jauh dari standar? Apakah hanya mengandalkan modal besar dari orang tua saja?
Banyak sarjana menganggur bukan karena kurangnya gelar, tetapi karena kesalahan pola saat kuliah—minim keterampilan, relasi, dan kesiapan mental. Sukses di dunia kerja butuh lebih dari sekadar IPK; keseimbangan antara skill, koneksi, dan mindset adalah kuncinya. E-book 'Rahasia Kuliah Sukses Anti Nganggur' hadir sebagai panduan untuk membantu mahasiswa kuliah dengan strategi yang tepat, membangun skill, dan menyiapkan masa depan yang lebih cerah.